Skripsi faktor yang mempengaruhi kejadian obesitas pada

Kegiatan yang dilakukan seperti duduk santai di rumah, membaca, menonton TV, belajar, dan berbaring. Oxford University Press; Fakultas Kedokteran, Universitas Gadjah Mada; Studi genetik terbaru telah mengidentifikasi adanya mutasi gen yang mendasari obesitas.

Olahraga secara teratur. Selain itu, tersedianya kantin, restauran cepat saji, dan pedagang keliling di sekitar area sekolah yang umumnya menyajikan makanan yang berlemak Weni Kurdanti, dkk: Obesitas sebagai faktor risiko beberapa penyakit. Hasil analisis menunjukkan asupan protein bukan merupakan faktor risiko terjadinya obesitas.

Di samping itu, terdapat interaksi antara faktor genetik dengan kelebihan asupan makanan padat dan penurunan aktivitas fisik. Status gizi merupakan hasil interaksi antara zat gizi, manusia dan lingkungan. Media masa memiliki pengaruh yang besar dalam menetapkan standart ideal diri setiap orang.

Asupan energi, aktivitas fisik, persepsi orang tua, dan obesitas siswa dan siswi SMP di Kota Yogyakarta. Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian obesitas pada remaja Gizi dalam kesehatan reproduksi.

SKRIPSI FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DIABETES MELLITUS

Faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian gizi lebih pada remaja di perkotaan. Liponcott WW Philadhelpia; Available from: Umpan balik yang diperoleh dari pengaktualisasikan potensi ini, bila positif akan meningkatkan kepercayaan diri individu.

Tiap 12 menit ada satu orang di dunia yang terkena serangan jantung akibat komplikasi diabetes. Jurnal Gizi Klinik Indonesia ;1 2: Kusharto CM. Parameter adalah ukuran tunggal dari tubuh manusia yaitu seperti umur, berat badan, tinggi badan, lingkar lengan atas, lingkar kepala, lingkar dada, lingkar pinggul dan tebal lemak di bawah kulit.

Jenis makanan yang dikonsumsi tersebut sedikit mengandung serat. Berkurang pemakaian energi dapat terjadi pada anak yang kurang aktifitas fisiknya, seharian hanya nonton TV, tidur dan lain-lain, lebih-lebih kalau nonton sambil tidak berhenti makan-makan kecenderungan menjadi obesitas akan menjadi lebih besar.

Asupan serat dapat diperoleh dengan lima atau lebih porsi buah-buahan dan sayuran serta enam porsi harian roti gandum, sereal dan kacang-kacangan Namun, masalah obesitas sesungguhnya bukan terletak pada pola santap yang berlebihan, melainkan pada kesalahan memilih jenis santapan.

Gaya hidup yang kurang aktivitas fisik akan berpengaruh terhadap kondisi tubuh seseorang.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN OBESITAS PADA REMAJA

Pustaka Obor Populer; Masalah gizi yang akhir-akhir ini cukup mendapat perhatian adalah masalah gizi kurang yang biasa disebut KEP. Hal ini sejalan dengan penelitian yang menyatakan bahwa laki-laki secara bermakna lebih berkemungkinan untuk menjadi overweight atau obesitas daripada wanita karena laki-laki cenderung untuk menghabiskan lebih banyak waktu untuk santai saat akhir minggu atau waktu senggang 6.

Tubuh biasanya mendapatkan glukosa dari makanan yang dikonsumsi baik secara langsung dari makanan yana manis atau karbohidrat, maupun secara tidak langsung dari jenis makanan lain.

Salah satu aktivitas fisik yang dapat dilakukan anak remaja di sekolah adalah dengan rutin berolahraga sehingga pengeluaran energi seimbang. Kadar glukosa yang berlebih tersebut dikeluarkan melalui ginjal dan dikeluarkan bersama urine. Principle of nutritional assessment. Pertumbuhan fisik yang cepat yang tampak dan yang tak tampak dari luar dan ditandai adanya tanda kelamin sekunder.Hasil penelitian Bohari () menunjukkan bahwa pada 22 tahun yang akan datang ( – ) diestimasikan jumlah kejadian DM pada penduduk usia 45 tahun di Sulawesi Selatan meningkat sebesar 10,2x lipat dari orang (5,47) pada tahun meningkat menjadi orang (14,93%) pada tahun dengan rata-rata peningkatan tiap tahun sebesar x lipat apabila tidak ada kontrol terhadap.

Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian obesitas pada remaja Hasil analisis menunjukkan bahwa asupan energi merupakan faktor risiko kejadian obesitas pada remaja sejalan dengan hasil penelitian yang menemukan asupan energi berlebih lebih banyak ditemukan pada kelompok obesitas dibandingkan kelompok non-obesitas.

Rerata asupan energi remaja obesitas diperoleh dari jenis. hidayahnya, sehingga skripsi yang berjudul “Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Obesitas pada Ibu Postpartum (Studi kasus di Cakupan Wilayah Kerja Puskesmas Subah Kabupaten Batang)” dapat terselesaikan dengan baik.

Melihat banyaknya faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian obesitas, maka saat ini kegemukan berat badan bukan hanya menimpa orang-orang dewasa di negara-negara maju, anak yang kelebihan berat badan dua kali lebih banyak dibanding generasi orang tuanya. Hal seperti ini juga mulai terjadi di negara-negara ASIA (Hadju, ).Author: Skripsikesehatanmasyarakat.

Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian obesitas pada remaja Background: T he cause of obesity in adolescents is multifactorial. Increased consumption of fast food (fast food), lack of physical activity, genetic factors, the influence of advertising, psychological factors, socioeconomic status, diet, age, and gender are all factors that contribute to changes in energy balance and lead to vsfmorocco.com: Weni Kurdanti, Isti Suryani, Nurul Huda Syamsiatun, Listiana Purnaning Siwi, Mahardika Marta Adityan.

Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian obesitas pada remaja Risk factors for obesity in adolescent Weni Kurdanti 1, Isti Suryani 1, Nurul Huda Syamsiatun 1, Listiana Purnaning Siwi 1.

Skripsi faktor yang mempengaruhi kejadian obesitas pada
Rated 0/5 based on 57 review